mata Lebaran

anggap aja hari ini adalah kemaren.

pagi ini semua orang desa melaksanakan sholat ied. Aku datang awal. Tapi ternyata mas yani datangnya akhir banget. Aku melengak lengok Tapi dia tak muncul. Sampai akhirny waktu pukul 6 . Dia mulai terlihat seperti biasa, memakai jas dan ternyata dia memilih tempat di depan. walau jaraknya sangat jauh dariku, tapi aku masih bisa sesekali mengintipnya. saat ini adalah pembagian makanan. Aku sempet kaget, ternyata ini beruntung banget, ember ku pas kebetulan ada dibagian dia. Dan setelah selesai aku bisa menghampirinya. saat ini mas yani memakai kaos gaul yang jarang sekali aku melihat dia memakai pakaian seperti anak muda. Walau dia hitam. Dia terlihat manis dan aku sangat pangling.saat ini temenku sms ngajak ngelayat ke tetanga. Awalnya aku gak niat. Tapi akhirnya ikut juga. Di sana banyak banget orang. Aku mulai bersalaman. Alangkah kagetnya saat aku mau bersalaman dg orang yg duduk menghadap samping itu. Aku melotot diam sambil menyalaminya. ya allah ternyata dia adalah mas yani. Tapi dia mengejeku. “Kenapa kau diam saja seperti itu”. Aku gak ngerti maksudnya apakah aku salah datang diam2 dan salaman. Atau seharusnya aku bilang “minal aidzin” atau apa aku gak ngerti, aku seperti di ejek. aku mencoba positif thinking. Aku memang pendiam kok , aku pemalu, aku bisu. Apa lagi didepanmu. Hatiku dag dig dug. Kadang mau tersenyum saja susah. Apa lagi ngomong. Aku benar2 takut menghadapi perasaan ini. saat mayat dijalankan. Eh aku berpapasan dg mas yani. Aku gak tau tapi aku pas mandang dia. Eh dia juga gak sengaja melotot ke aku. Trus dia langsung berbalik dan tersenyum. aku mulai mengikuti dia tepat dibelakangnya. Dia mulai sedikit2 ngelirik kebelakang. Mungkin dia tau aku mengikutinya. Dan mencoba memastikan siapa yang mengikutinya. dia mulai sedikit berlari sampai disamping temanku. Dia mulai melirik dan sedikit berbicara dan pergi. Beda ketika disampingku. Aku seperti tak ada. Aku seperti sapi yang melongo didepanya.

Pergi dari cerita tadi. Saat ini kami setetangga mengunjungi sesama tetangga untuk maaf2an. Dan akhirnya aku melihat mas yani dan keluarganya. walau tidak berpapasan atau bersalaman. Aku melihat dari kejauhan. Aku lebih kuaget dari yang dimasjid tadi. Dia memakai batik kuning. Baju baru celana baru mewah. Sangat beda dg biasanya ata tahun lalu yang biasa2 saja. Dia seperti raja dan dibelakangnya terlihat ratu yang sangat cantik dan mewah. Oh itu istrinya. aku menghela nafas berkali2, ternyata dia adalah orang yg benar2 mampu. Aku sangat salah mengira selama ini. setelah sekian lama aku sampai pada rumahnya. Ya! Aku sangat ingin memasukinya. Disitu hanya ada ibu mas yani. Rumahnya terlihat kuno dari depan. Tapi dari dalam aku sangat kaget. Pasti mereka sangat bahagia sejahtera bisa menata rumah secantik ini. Semoga mereka selalu selalu dan selalu bahagia. Amin. Kuatkan aku untuk memendam ini